الشَّرَفُ بِالْأَدَبِ
Kehormatan itu berdasarkan adab
**************************
لَا تَنْظُرَنَّ لِأَثْوَابٍ عَلَى أَحَدٍ # إِنْ رُمْتَ تَعْرِفَهُ فَانْظُرْ إِلَى الْأَدَبِ
Janganlah engkau melihat pakaian yang ada pada seseorang,
Jika engkau ingin mengenal orang itu maka lihat adabnya.
وَمَا الحُسْنُ فِيْ وَجْهِ الْفَتَى شَرَفاً لَهُ # إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْ فِعْلِهِ وَالخَلائِقِ
Dan tidaklah keindahan yang ada pada wajah seseorang itu kehormatan baginya,
Jika tidak diiringi dengan keindahan pada perbuatan dan perilakunya.
فَلْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ أَدَبًا # وَلْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ مَالًا
Maka hendaklah seseorang melihat orang yang lebih baik dari dirinya dari segi adab,
Dan hendaknya juga ia melihat orang yang kurang dari dirinya dari segi harta.
Syarah / Penjelasan dan Kesimpulan:
1. Jika kita ingin mengetahui terhormat atau tidaknya seseorang, maka janganlah kita hanya melihat penampilannya saja, tapi lihatnya akhlak dan budi pekertinya.
2. Dan ketahuilah bahwasannya keindahan fisik yang dimiliki oleh seseorang itu bukanlah tolak ukur dalam bagi kita dalam menilainya. Maka jika kita benar-benar ingin menilainya, hendaklah kita melihat segala perilaku dan tutur katanya.
3. Jika seseorang ingin adabnya menjadi lebih baik, maka hendaknya ia melihat kepada orang lain yang adabnya lebih baik dari dirinya. Selain itu hendaknya pula ia melihat kepada orang yang hartanya tidak sebanyak dirinya agar muncul rasa syukur di hatinya, dan agar muncul rasa iba di hatinya terhadap penderitaan orang lain.
0 Comments:
Post a Comment